Ketiga: Tablīgh sebagai Semangat Membagikan Ilmu dan Kebaikan; Tablīgh berarti menyampaikan. Rasulullah Saw. tidak menyimpan risalah hanya untuk dirinya sendiri. Beliau menyampaikan ilmu, memberikan penjelasan, membimbing umat, dan mengajak manusia menuju kebaikan dengan cara yang bijaksana. Rasulullah Saw. bersabda:
“Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari).
Hadis tersebut mengajarkan bahwa ilmu memiliki tanggung jawab sosial. Pengetahuan yang dimiliki seseorang tidak seharusnya berhenti pada dirinya sendiri. Ilmu menjadi semakin bermakna apabila dapat membantu orang lain memahami persoalan, memperbaiki kehidupan, dan menemukan solusi.
Di ruang akademik, tablīgh dapat diwujudkan melalui proses mengajar, berdiskusi, menulis, melakukan penelitian, mempublikasikan gagasan, serta membagikan pengetahuan kepada masyarakat. Mahasiswa yang memperoleh ilmu dapat membagikannya kepada teman dan masyarakat. Dosen membagikan ilmu melalui pembelajaran dan karya ilmiah. Peneliti membagikan temuannya agar dapat digunakan untuk pengembangan ilmu dan penyelesaian masalah kehidupan. Namun, menyampaikan informasi juga mengandung tanggung jawab untuk memastikan kebenarannya. Allah Swt. mengingatkan:













