“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 1).
Membaca bukan hanya aktivitas mengenali tulisan. Membaca juga berarti memahami realitas, mengamati perubahan, mempertanyakan sesuatu secara kritis, serta berusaha menemukan makna dan solusi.
Kemampuan tersebut semakin penting pada masa sekarang karena manusia hidup di tengah banjir informasi. Banyaknya informasi tidak selalu berarti bertambahnya pengetahuan. Bahkan banyaknya pengetahuan tidak otomatis melahirkan kebijaksanaan. Karena itu, mahasiswa perlu dibiasakan bukan hanya menerima informasi, tetapi juga memeriksa sumber, membandingkan pendapat, menganalisis bukti, berdiskusi, dan menyusun kesimpulan secara bertanggung jawab.
Faṭānah dalam ruang akademik berarti kemampuan menggabungkan ilmu dengan kecerdasan kritis, kreativitas, dan kebijaksanaan. Pendidikan tidak cukup melahirkan manusia yang mampu menjawab soal. Pendidikan harus melahirkan manusia yang mampu membaca persoalan, menemukan alternatif, menghasilkan karya, dan memberikan solusi.













