Artinya: Siapa saja yang membiasakan istigfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar atas segala kesempitannya, memberikan kelapangan atas segala kesusahannya, serta memberinya rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka (HR. Abu Dawud).
Kedua, memperbanyak puasa sunnah. Amalan ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw, sebagaimana yang pernah dikisahkan oleh Sayyidah ‘Aisyah di mana beliau senantiasa berpuasa hingga dikira tidak berbuka. Dan Sayyidah ‘Aisyah tidak melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah dalam satu bulan kecuali di bulan Sya’ban. Demikian sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Tatkala ditanya, “Puasa apakah yang paling utama setelah Ramadhan?” Beliau menjawab: شَعْبَانَ لِتَعْظِيْمِ رَمَضَانَ Artinya: (Puasa) Sya’ban demi mengagungkan Ramadhan (HR. At-Tirmidzi). Dan alasan yang cukup krusial mengapa Rasulullah memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban adalah diangkatnya atau dilaporkannya amal kepada Allah.












