Ketiga: Kita harus belajar dari ulama-ulama yang sudah jelas kealiman dan silsilah keilmuannya. Hindari belajar agama melalui media sosial dari orang yang tidak paham agama walaupun sering tampil di media sosial. Jangan sampai kita tersesat karena mengikuti video ceramah di youtube dari orang yang hanya pintar berbicara dan mengaku ustadz namun tidak memiliki kemampuan agama yang cukup dan ucapan serta tingkah lakunya pun tidak menunjukkan akhlakul karimah.
Bertindak secara bijak dengan tindakan yang baik menjadi suatu keniscayaan. Bagaimana Tidak?, Allah SWT, menjajikan “akan menjadi sebab diampuninya sebuah kesalahan dan dosa-dosa kita”. Sebagaiman firman-Nya dalam QS al-Ahdzab ayat 70-71:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah kata-kata yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa yang meminta Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (QS al-Ahdzab [33]:70-71),













