“Untuk menjaga kesehatan kehamilan, ibu dianjurkan memenuhi kebutuhan nutrisi, menghindari rokok, alkohol dan NAPZA, serta rutin melakukan pemeriksaan kehamilan,” ungkapnya.
Astutik menjelaskan, penanganan CTEV sejak dini memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 95 persen. Dengan terapi yang tepat, anak dengan kondisi tersebut tetap dapat berjalan, berlari, dan melakukan aktivitas secara normal.
Sebaliknya, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko gangguan berjalan, luka, kapalan, nyeri hingga kecacatan permanen.
Penanganan CTEV dilakukan dengan metode Ponseti. Tahapannya meliputi manipulasi kaki dan pemasangan gips secara serial atau casting. Jika diperlukan, dilakukan tenotomy tendon Achilles, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan foot abduction brace.













