Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, persoalan CTEV tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi medis. Menurut dia, deteksi dan penanganan sejak dini juga berkaitan dengan kesempatan anak untuk tumbuh, berkembang dan beraktivitas secara optimal.
AKBP Samel meminta Bhabinkamtibmas aktif berkoordinasi dengan puskesmas, bidan desa, kader Posyandu dan PKK untuk menemukan bayi atau anak yang memiliki indikasi CTEV.
“Bhabinkamtibmas jangan menunggu laporan. Lakukan tracing aktif, pendataan, edukasi, pendekatan secara humanis, serta fasilitasi rujukan agar setiap temuan dapat segera ditindaklanjuti,” kata AKBP Samel.
AKBP Samel menegaskan, keterlibatan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memperpendek akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama bagi keluarga yang belum mengetahui bahwa CTEV dapat ditangani.













