Keempat: Istiqomah Yang Dituntut Dari Seorang Hamba Adalah As-Sadâd (Bersikap Lurus), Jika Ia Tidak Mampu Maka Ia Muqôrobah (Berusaha Mendekatinya) Nabi menghimpun dua kata ini -yaitu as-Sadâd dan al-Muqôrobah- dalam sabdanya: “Sesungguhnya agama ini mudah dan tiada seorang pun yang bersikap keras di dalam agama melainkan ia akan terkalahkan. Karena itu bersikap luruslah, dekati dan berilah kabar gembira.”
Kelima: Istiqomah Itu Melibatkan Ucapan, Perbuatan Dan Niat; Istiqomah yang dituntut dari seorang hamba adalah istiqomah di dalam ucapan, perbuatan dan niat. Dengan kata lain, bahwa segala ucapan hamba beserta amalan anggota tubuhnya beserta hatinya, hendaknya kesemua ini berada di atas keistiqomahan. Ibnul Qoyyim Rahimahullâhu berkata di dalam buku beliau, Madârijus Sâlikîn (II/105): “Keistiqomahan itu melibatkan seluruh ucapan, perbuatan, keadaan dan niat.”Jika hati istiqomah, maka anggota tubuh lainnya pun akan istiqomah, demikian pula jika lisan istiqomah maka anggota tubuh lainnya juga akan istiqomah.













