Ade juga menyebut ketidakhadiran seluruh anggota DPRD yang diundang menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, alasan tidak mengetahui adanya undangan tetap menyisakan pertanyaan mengenai efektivitas komunikasi antara wakil rakyat dan insan pers.
Sementara itu, Ade Irawan, Pimpinan Redaksi SKU dan Online Tentara Polisi, menilai usia 22 tahun harus menjadi momentum bagi insan pers untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme jurnalistik.
Ia menekankan pentingnya pemberitaan yang berimbang, terutama ketika media mengangkat persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
“Pemberitaan harus seimbang di lapangan. Kami mengajak rekan-rekan yang tergabung di HIPSI untuk mencari berita dengan seimbang,” katanya.
Menurut Ade Irawan, media tidak cukup hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menjalankan fungsi edukasi dan kontrol sosial secara bertanggung jawab.













