“Hati saya begitu tersayat. Dari fakta yang didapat, tiap pemeriksaan yang dilakukan terhadap 400 anak, hasilnya ternyata 125 anak harus memakai kacamata, ini membuat saya begitu terperanjat. Apalagi ada seorang anak pemulung yang tak bisa belajar ternyata matanya minus 13 dari pemeriksaan yang akurat. Sedihnya, menurut pengakuan orangtuanya, jangankan buat beli kacamata, untuk makan sehari-hari pun amat sulit didapat,” ujar Yani mengenang kasus anak miskin yang mengalami gangguan penglihatan dengan nada masygul dan suara tercekat.
Sampai di sini, matanya berkaca. Tak sanggup lagi mengungkap dengan kata. Walau kinerja dan karyanya diapresiasi dengan banyak penghargaan yang diperolehnya, namun istri dari Deny Wibawa Mukti ini merasa masih belum berbuat apa-apa, karena di luar sana, masih banyak orang dan anak yang membutuhkan bantuannya.












