Danramil 0801/01 Pacitan, Kapten Kav Dadut Setiawan mengatakan, sinergi antara Babinsa dan Dinkes dalam kegiatan fogging ini merupakan contoh nyata bagaimana pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga kesehatan masyarakat.
“Fogging merupakan salah satu upaya pengendalian nyamuk Aedes aegypti, vektor DBD. Dengan menyemprotkan insektisida, diharapkan populasi nyamuk dewasa dapat berkurang, sehingga risiko penularan DBD pun dapat ditekan sedini mungkin,” ujarnya saat dikonfirnasi secara terpisah.
Dirinya juga menekankan kepada Babinsa jajarannya, selain melakukan pendampingan fogging, dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan DBD, seperti 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang).
“Melalui sinergi antara Babinsa dengan semua pihak dapat meningkatkan efektivitas fogging, disamping membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat, sehingga penyakit DBD dapat dikendalikan dan masyarakat bisa hidup sehat,” ungkapnya. (Red).













