“Tujuannya agar lansia kita menjadi mandiri dan tidak tergantung sepenuhnya kepada anak, saudara, atau tetangga. Mereka diharapkan tetap aktif berkegiatan tanpa terganggu masalah penyakit, serta tetap produktif dengan pikiran yang terus terasah,” ujar Eko saat ditemui awak media.
Meski baru diluncurkan, antusiasme masyarakat lansia di Kota Tasikmalaya tergolong sangat tinggi. Untuk tahap awal, peserta yang hadir berasal dari lima kecamatan, yakni Cihideung, Tawang, Bungursari, Purbaratu, dan Cipedes.
“Saat ini di Kecamatan Cipedes sudah ada 30 orang yang siap. Untuk pelaksanaannya nanti bersifat sukarela, dengan jumlah minimal 30 orang per kelas. Teknik pembelajarannya fleksibel, bisa dilakukan secara indoor maupun outdoor tergantung kesepakatan peserta,” tambahnya.













