KAB. BANDUNG || bedanews.com — Malam Jum’at merupakan hari keramat yang dimanfaatkan sebagian orang untuk memperoleh sesuatu yang bersifat ghoib atau diluar nalar. Seperti halnya seorang lelaki setengah baya yang mengaku bernama Ujang, warga Katapang, ia melakukan ritual penarikan benda-benda pusaka.
Ujang tidak mempunyai pekerjaan tetap, kesehariannya hanya mengandalkan penjualan barang hasil tarikannya yang dilakukan setiap malam Selasa dan malam Jum’at. Dari penjualan itu ia bisa menafkahi anak-anak dan isterinya.
Ritual penarikan benda pusaka itu sendiri, disebutkannya, tidak semudah yang dikatakan orang. Harus ada prosesinya terutama persiapan mental, karena pastinya saat melaksanakan hal itu akan ada wujud penampakkan yang kadangkala sangat tidak bersahabat, bahkan menakutkan.
“Ada juga yang memesan barang anti cukur, berupa batu akik atau keris. Tapi itu belum bisa dilaksanakan karena benda-benda itu tidak sembarang orang dapat menariknya,” katanya saat mau menuju ke lokasi penarikan yang tidak dikatakan lokasinya, Kamis 3 Pebruari 2022.
Ketika ditanyakan berapa harga jual pusaka khusus tersebut, Ujang menuturkan, harganya itu bukan ratusan ribu, atau puluhan juta, tapi bisa mencapai ratusan juta, bahkan miliaran.
Jenis benda itu, ia menjelaskan, diantaranya, Batu Wulung, Tapak Jalak, Kutang Antasena, Taring Babi, dan yang lainnya. Namun proses penarikannya lebih berat dari benda-benda yang selama ini berhasil di dapatkannya.
“Jujur saja saya belum pernah mendapatkan benda-benda itu,” ujarnya.
Ujang sendiri mengakui menekuni profesi sebagai penarik benda pusaka dari bujangan hingga saat ini. Dan dengan profesinya itu ia bisa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Sayang Ujang menolak ketika diminta alamat lengkapnya. Namun ia mengungkapkan kalau profesinya itu dan kabisanya itu diwariskan dari almarhum kakeknya.***













