Selain itu, tambah dia, wisata kuliner yang memiliki ciri khas tersendiri perlu digali lagi agar menjadi pusat perhatian para pengunjung. Konsepnya, ada kuliner yang bisa makan ditempat, maupun bisa di bawa pulang sebagai souvenir kunjungan wiasata.
“Bila perlu, di Tebing 125 inilah yang menjadi titik persinggahan pengendara, meski hanya untuk menikmati kulinernya saja, atau sekedar dijadikab rest area,” ucap dia.
Pengelola wisata minat khusus Tebing 125, Abdul Gani mengatakan, kawasan tersebut sudah dijadikan sarana olah raga panjat tebing sejak lama. Bahkan dijadikan latihan khusus panjat bagi kalangan militer. Karena itu, untuk menggaungkan minat masyarakat terhadap olah raga panjat tebing. Pihaknya mengharapkan ada dorongan dari dinas terkait agar dapat menyelenggarakan kegiatan serupa.













