CIREBON – Setiap pelaku usaha tentu berkeinginan agar produk yang dipasarkannya mendapat respon positif dan diburu konsumen. Namun, tak jarang, hasil yang diharapkan tak kunjung diperoleh meskipun segala strategi pemasaran yang dirasa mungkin telah coba dilakukan, baik secara konvensional ataupun via media sosial melalui berbagai platform seperti dari Facebook, Instagram, hingga WhatsApp.
Jika sudah begini, kita akan bertanya-tanya, apa gerangan yang berjalan keliru? Adakah langkah-langkah yang terlewat? Atau mungkin kita kurang sabar?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi sesuatu yang jamak menghantui kepala para pelaku usaha, khususnya UMKM yang menjadikan platform media sosial sebagai sarana menjual produk. Mereka yang usahanya telah berkembang dan mendapat reputasi bagus tentu telah memiliki formulasi usahanya tersendiri. Namun para UMKM yang belum berhasil melakukan penjualan secara konsisten akan dihantui kebingungan atau bahkan rasa frustasi.












