“Kami ingin warga binaan perempuan memiliki keterampilan yang bisa dijadikan peluang usaha, terutama usaha berbasis rumah tangga. Dengan membuat boneka flanel, mereka tetap bisa produktif di rumah sambil mengurus anak dan keluarga,” ujar Ari.
Menurutnya, membuat boneka dari kain flanel tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Cukup dengan kain flanel berwarna, dakron, jarum, benang, gunting, dan lem tembak, warga binaan sudah bisa menciptakan boneka lucu dalam berbagai bentuk dan karakter.
Dijelaskan dia, dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan membuat boneka mulai dari tahap menggambar pola, menggunting kain, menjahit dengan teknik tusuk feston, hingga menambahkan aksesoris seperti mata dari kancing atau potongan kain kecil.
Majelis Taklim Nurul Hasanah Pamujudan juga memberikan pendampingan secara intensif dalam mendesain boneka yang menarik dan sesuai dengan tren pasar, sehingga hasil karya warga binaan tidak hanya bernilai estetika tapi juga memiliki potensi jual yang tinggi.













