Menurut Yoga, saat ini Singapura juga tengah melakukan penelitian menggunakan sistim sel dendritik seperti yang dilakukan dr. Terawan pada Vaknus.
“Kita sudah melakukan tahapan uji klinis, sementara negara tetangga baru mulai melakukan penelitian seperti yang dilakukan oleh Linfa Wang, ahli virologi, yang bekerja di Duke-NUS Medical School, kolaborasi antara Duke dan National University of Singapore,” jelas Yoga.
Kegembiraan menyambut Vaknus juga datang daerah-daerah, seperti yang disampaikan tokoh agama asal Tanjungpinang Barat, Kepulauan Riau.
“Kami sangat bersyukur jika dapat memperoleh Vaksin Nusantara karena kami penderita komorbid dan sudah lama menantikannya,” ujar Pendeta Paulus Djoko Santoso.
Sementara itu, Peneliti Utama Tim Vaksin Nusantara, Kolonel CKM dr Jonny SpPD-KGH, MKes, MM menjelaskan, seseorang yang sudah menerima vaksin konvensional dosis lengkap bisa menerima Vaknus.













