Cimahi, BEDAnews
Sejumlah wartawan Liputan Kota Cimahi akan gelar penggalangan dana untuk Nazilla bocah lima tahun, warga RT 03/13 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara, yang mengalami cacat permanen.
Panitia Penggalangan dana, Anda Mahardhika mengatakan, penggalangan dana yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini selain melibatkan beberapa wartawan di Kota Cimahi, juga mendapat dukungan dari sejumlah Ormas dan LSM yang peduli atas musibah yang dialami Nazilla.
“Beberapa Ormas yang ikut bergabung dalam kepanitiaan diantaranya adalah Soksi, Bladhika Karya, Gerakan Dari Pemuda (GDP), LSM Kompas, seniman lukis, musisi Cimahi dan beberapa perorangan yang ingin membantu Nazilla,” terangnya, Rabu (3/4).
Rencananya menurut Anda, dalam penggalangan dana tersebut akan dilakukan melalui acara ngamen di sejumlah titik, pameran dan lelang lukisan seniman Cimahi dan kencleng amal keliling. Penggalangan dana dilakukan sabagai bentuk solidaritas antar elemen masyaarakat dalam membantu musibah yang dialami Nazilla, anak ketiga keluarga Ibrahim yang mengalami cacat permanen.
Diberitakan sejumlah media beberapa waktu lalu, Nazilah, 5 tahun diduga korban salah obat, dari puskesmas yang berada di daerah Caringin, Bandung. Berawal dari sakit demam tinggi pada umur 2,5 tahun.
Saat itu, Nazilla dibawa berobat oleh neneknya yang tinggal di daerah Caringin memeriksakan kondisi putrinya ke sebuah puskesmas, tidak ada yang aneh dari tubuh Gadis ciliknya itu sebelum diperiksa di klinik tersebut. Namun, ketika memakan obat dari klinik, badan Nazilla malah semakin panas hingga 42 derajat Celsius, dan mulai mengeluarkan bintik-bintik seperti layaknya penyakit cacar.
Sejak itu, Badannya semakin menyusut seperti anak yang mengalami gizi buruk. Padahal menurut ibunya, Nining (43) Nazilah tidak pernah bolos dalam program imunisasi dan posyandu.
Tinggal di rumah bilik, Ibrahim harus menghidupi empat anaknya. Ibrahim bekerja sebagai pedagang di salah satu sekolah di Baros dan Nining berjualan di Pasar tumpah Tagog. Awalnya minta pertolongan kepada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, namun disuruh untuk ditangani ke Dinas Kesehatan Kota Bandung karena Puskesmas tempat Nazilla berobat bukan di Cimahi.
“Saat dia sehat, Nazilla anak yang sangat atraktif, lincah dan begitu ceria, bahkan saat sakit seperti sekarang saja dimasih tertawa saat badannya tiba-tiba mendadak shock,” kata Ibrahim.
Dikatakannya, pada 2012 tubuhnya sangat kaku dan tidak bisa sama sekali digerakan namun saat keluarga kami mencoba agar Nazila sedikit diurut badannya, pergelangan tangannya kini tidak lagi kaku.
Ibrahim juga menjelaskan, akibat dari obat yang keliru itu, saraf-saraf Nabila tidak bisa berfungsi secara benar sehingga tidak bisa bicara, bergerak dan mengunyah bahkan lambungnya saat ini mengkerut sehingga makanpun hanya bisa dengan bubur yang dilarutkan hingga encer agar bisa dimakan oleh Nazilla. (Bubun M)











