“MBG bukan hanya program bantuan pangan, tetapi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, melalui MBG, kita sedang membangun pondasi generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan siap bersaing,” tutur Nihayatul Wafiroh.
Kemudian, Anggota DPRD Provinsi Maluku Nina Batuatas menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di Maluku juga memberi dampak ekonomi yang signifikan karena melibatkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan pangan lokal.
“Ketahanan pangan daerah bisa terbangun apabila masyarakat lokal terlibat dalam rantai pasok. MBG bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi tentang kemandirian ekonomi daerah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Veilon Paulus Dematako dari KPPG Ambon menjelaskan bahwa BGN terus memperkuat implementasi program melalui pengawasan mutu, koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung keberlanjutan program.













