CIMAHI, BEDAnews
Kursi para anggota dewan, lebih banyak terlihat kosong beberapa hari ini karena para wakil rakyat yang terhormat itu lebih banyak berada diluar kota untuk melakukan kunjungan kerja.
Max Pietter (47 thn), warga Kelurahan Cipageran menuntut agar anggota dewan bisa lebih memperhatikan warga sekitar yang miskin dan benar-benar membutuhkan bantuan, ketimbang memperbanyak kunjungan kerjanya.
"Saya sangat kecewa, sudah hampir dzuhur ini, para anggota dewan masih saja belum terlihat di kantor, walaupun alasan mereka adalah "study" banding ke wilayah lain, mereka harusnya memikirkan terlebih dahulu nasib warga miskin setempat yang masih membutuhkan bantuan," ungkap Max, Rabu (23/1).
Dikatakannya, menurut info dilingkungan DPRD, anggota dewan baru saja melakukan study banding di daerah Lombok dan daerah Jawa Tengah. Ini merupakan kunjungan yang kedua di bulan Januari. "Untuk apa membuang uang rakyat dengan kunjungan ke daerah lain, padahal nasib warga miskin di Kota Cimahi masih banyak," katanya geram.
Rakyat menunggu kinerja nyata para anggota DPRD dan Walikota Cimahi yang baru, sehingga ada perubahan yang bisa memperbaiki nasib rakyat. Tapi kerjaan mereka hanya pergi dengan dalil sedang study banding dan banyak tidak ada di tempat.
“Jika memang studi banding dibutuhkan, kenapa harus semuanya berangkat, itu sama saja dengan pemborosan, kan bisa perwakilannya saja yang berangkat, supaya tak banyak membuang uang rakyat,” ulasnya.
Menanggapi hal tersebut, sekertaris DPRD membenarkan para anggota DPRD melakukan kunjungan kerjanya yang kedua kali pada Januari ini. Kunjungan yang dilakukan ke Lombok dan Jawa Tengah itu dilakukan oleh empat komisi di DPRD Cimahi.
“Study banding itu merupakan agenda yang sudah diprogramkan DPRD, Sekretariat DPRD hanya memfasilitasi saja kegiatan para anggota dewan. Kami tidak bisa melarang, karena itu kegiatan yang sudah dirapatkan dalam Badan Musyawarah, sekretariat hanya memfasilitasi akomodasi dan anggaran mereka,” tandas Eddy kepada wartawan. (Bubun M)











