Ia menambahkan, program ini tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Warga sekitar dapur SPPG direkrut sebagai tenaga operasional, membuka peluang kerja baru di komunitas setempat.
Senada dengan hal tersebut, Arif Kresna Setiadi dari RSUD Dr. Soewandhie menekankan bahwa masalah gizi dimulai dari rumah. Ia mendorong orang tua untuk aktif menyediakan makanan seimbang bagi anak-anak mereka.
“Pola makan sehat akan berdampak langsung pada daya tahan tubuh dan tumbuh kembang anak. Maka program MBG dari BGN ini sangat penting dan harus kita dukung bersama,” ungkap Arif.
Setiap dapur SPPG nantinya akan melibatkan ahli gizi dari BGN untuk memastikan menu makanan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.












