Meski baru akan mulai dilakukan pengeboran, Kades berharap pengeboran yang dilakukan dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat segera menikmati hasilnya.
“Tentunya masyarakat sudah menanti berpuluh-puluh tahun terkait air bersih ini. Kami berharap ini akan berhasil, sehingga PR kami, komitmen kami terhadap warga, satu per satu dapat terwujud,” ujarnya.
Slamet pun bercerita tentang kesulitan warganya selama ini yang hanya mengandalkan satu sumber air dan bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Di sini ada sumber air, itu satu sumur dengan kedalaman 3 meter, di situ ada 8 atau 7 jetpam. Ya bersumber dari itu (sumur), ketika sungainya belum kering itu bisa dimanfaatkan, karena letaknya di pinggir sungai,” sebutnya.
“Tapi ketika kemarau seperti saat ini dan sungainya kering, kami hanya mengandalkan bantuan dropping air bersih dari para donatur,” pungkasnya. (Red).













