Saat ini, terdata sebanyak 2.540 koperasi di Kota Bandung. Namun hanya ada 735 koperasi yang aktif. Dari jumlah tersebut, tercatat 119.947 orang yang terlibat sebagai anggota aktif.
Untuk itu, Oded mengarahkan agar konsep pengelolaan koperasi di Kota Bandung menggunakan pola kolaborasi. Dengan sistem kerja sama inilah koperasi akan sangat kuat. Karena menjadi sebuah ekosistem besar yang saling mendukung antar koperasi.
“Karena ada jaringan yang diikat dalam sebuah sistem. Mindset berikutnya yaitu antar koperasi itu bukan saingan, tapi itu adalah kemitraan. Kalau ini sudah terbangun, harusnya bisa maju dan kuat. Kalau merasa saingan jadi saling bunuh,” terangnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUKM) sudah membuat sistem pengelolaan yang mewadahi para koperasi. Yakni yang diberi nama Sitem Ekonomi Jaringan Usaha Koperasi (Sejuk).













