“Yang aneh masih ada orang yang percaya menitipkan kepada kami agar bisa lulus. Geus lain jamana eta (sudah bukan zamannya itu). Mencoba datang lewat saudaranya, lewat temennya, kemudian kenal dengan saya, sekarang itu semua sudah tidak bisa,” beber Yayan.
Yayan menegaskan, seleksi CPNS berlangsung ketat dan transparan. Tidak ada perlakuan istimewa bagi peserta tes.
Demi mengoptimalkan penyeleksian, proses ujian Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) juga dilakukan terpisah antara perempuan dengan laki-laki. Hal ini agar pada saat ‘body checking’ bisa dijalankan lebih teliti.
“Cuma kalau sekarang, hal yang tidak mengganggu teknis ujian seperti anting atau gelang itu diizinkan dipakai. Tapi kalau ada yang berhubungan dengan ujian seperti handphone, jimat, alat koneksi itu tidak boleh,” ujarnya.













