Selain itu, perempuan juga merupakan penggerak sosial bagi masyarakat sekaligus agen perubahan untuk menjadikan Indonesia yang lebih maju dan baik.
Oleh karena itu, Dirinya mengaku akan senantiasa berjuang memberikan pemahaman secara utuh kepada bangsa Indonesia, terutama kesadaran bagi perempuan untuk berpolitik di bidang legislatif.
“Saya dan kawan-kawan aktivis maupun politisi, akan terus dan senantiasa memperjuangkan peningkatan peran perempuan sebagai pengambil keputusan di lembaga legislatif melalui program kerja di dalam hasil Kongres Kowani pada tahun 2019,” ujarnya.
Ia juga meminta, agar kaum perempuan khususnya emak-emak di Indonesia, untuk tidak takut menyuarakan sekaligus melawan oligarki.
“Oligarki nyata-nyata telah mengkhianati Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu, oligarki adalah musuh bangsa dan negara Indonesia. Untuk menyelamatkan bangsa dan negara, saya menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya kaum perempuan atau emak-emak mari bersatu, mengorganisir diri, membangun poros politik baru anti-oligarki,” ujarnya. (Red).













