“Sehingga sampah yang sudah dipilah dirumah tangga itu tidak tercampur pada saat diangkut oleh petugas sampah dan nantinya di TPS itu sudah betul-betul terpilah sehingga memudahkan pengolahan berdasarkan jenis sampahnya,” imbuhnya.
Yana mengungkapkan, dari 1500 ton sampah, 60 persen merupakan sampah organik, 30 persen sampah anorganik, dan 10 persen residu atau B3.
Sementara itu, Camat Astana Anyar, Syukur mengatakan akan mengatur penjadwalan angkutan sampah oleh petugas sesuai dengan kategori.
Hal itu agar program Kang Pisman yang diterapkan di wilayahnya bisa berjalan dengan baik.
“Jadi nanti petugas sampah tidak mengambil sampah yang tidak dipilah, kemudian kalau roda sampahnya tidak dipilah, maka tidak akan diterima di TPS,” kata Syukur.
“Melalui pembinaan LKK ini kita harapkan masyarakat mau dan sadar dan menerapkan serta merubah perilaku dalam mengolah sampahnya,” paparnya.












