“Nilai-nilai kandungan Alquran yang disaji pada setiap acara tadarus, menggambarkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Sehingga upaya tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan bagi seorang muslim sebagai suatu keharusan,” pesan Yana.
Sementara itu, KH. Dr Saiful Islam Mubarak menyampaikan, seorang muslim harus berjuang menjadi kelompok yang disebut Al-Mu’minun, karena kriterianya tidak dimilki sembarang manusia.
“Di antaranya ketika mendengar sebutan nama Allah, qalbunya langsung bereaksi. Mari kita berjuang untuk memanfaatkan kalbu saat mendengar firman Allah,” ujarnya.
“Allah disebut namanya, sifatnya, kekuaasaannya, kita respon dengan kalbu sebelum akal dan perasaan merespon. Maka kalbu lebih dahulu. Bila kalbu sudah duluan merespon, maka semuanya akan ikut merespon,” imbuhnya.













