“Beliau mengapresiasi, karena petani itu pekerjaan mulia. Juga berpesan supaya tetap giat menanam untuk kelangsungan swasembada pangan yang mandiri,” tuturnya.
Di area 48 meter ini, Kusdiana mengelola berbagai tanaman. Mulai dari sayuran, tanaman obat. Sehingga ketika sudah ada Buruan SAE, bau menyengat yang berada di atas Sungai Cilumus ini perlahan menghilang.
“Areanya ini 48 meter. Diisi berbagai tanaman hias, tanaman buah dalam pot, sayuran dan tanaman obat. Awal berdisi itu 2014, dikelola RT 07 RW 03,” tuturnya.
“Ini dikeola warga dan dimanfaatkan warga. Seperti sayuran tinggal ambil tidak perlu bayar. Ada juga Obat-obatan seperti herbal, Sambiloto, mint, daruju dan sebagainya,” ujar Kusdiana. (Cut Salsa)













