Ditempat yang sama, Wakainfolahtadam IV/Diponegoro, Letkol Caj Drs Ketut Darmaja M.Pd.H juga menambahkan bahwa, kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut kunjungan Panglima TNI ke Kelurahan Maguwoharjo dan Puskesmas Berbah Yogyakarta tentang bagaimana cara menginput data aplikasi Silacak untuk mentracing siapa saja yang terpapar dan bersentuhan.
Selain aplikasi Silacak, Panglima TNI juga memerintahkan agar mensosialisasikan aplikasi InaRISK yang dibuat oleh BNPB guna melakukan penilaian mandiri terkait perlu atau tidaknya melakukan tes cepat (Rapid Test) Covid-19 dengan harapan rasio perbandingan yang telah ditetapkan oleh standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat maksimal.
Secara terpisah, Wakapendam IV/Diponegoro, Letkol Inf Muchlis Gasim, S.H., M.Si menyampaikan bahwa, Sosialiasi aplikasi Silacak bertujuan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi Covid-19, sehingga memudahkan untuk menemukan data terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga dapat segera ditangani.













