Jika ini benar terjadi, sungguh ironi dan menyedihkan. Pendidikan sebagai “back bone” atau tulang punggung pembangunan bangsa dibidang SDM, hanya dijadikan alat permainan politik praktis, sarat dengan unsur bagi-bagi kue politik dan “klientisme.”
Melalui tulisan ini saya berharap *Presiden terpilih Yang Terhormat Bapak Prabowo Subianto* , tidak main-main dengan pengelolaan pendidikan bangsa ini, jika memang serius akan memajukan negeri ini sesuai janji politik Bapak saat kampanye lalu.
Pendidikan harus terbebas dari kepentingan politik, steril dari segala “patronase” kepentingan dan tidak memperlakukan pendidikan sebagai “kelinci percobaan”.
Maka, mohon ditunjuk sosok menteri yang berpengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi dan paripurna dalam segala urusan “manajemen pendidikan” serta memiliki visi jauh ke depan.











