Bandung BEDAnews.com
Tren wabah keracunan makanan dari tahun ke tahun belum menurun signifikan tahun 2012 ditemukan 312 kasus di Indonesia, pengelolaan pangan yang tidak sesuai standar dapat mengakibatkan munculnya factor resiko terjadinya penyakit bawaan makanan atau bahkan dapat menyebabkan terjadinya kelajdian luar biasa.
Demikian dikatakan Kepala Sub Direktorat Higiene Sanitasi Pangan, Direktorat Penyehatan Lingkungan Muhammad Yunus kepada wartawan saat ditemui dalam seminar “Chefmanship Academy: Keamanan Pangan” di Gedung Sabuga Kota Bandung, Rabu (24/9).
Dijelaskannya, cakupan keamanan pangan sangat luas meliputi berbagai aspek mulai dari prosese produksi, pengolahan, penyimpanan, tarnsportasi hingga pangan tersebut sampai ke konsumen . Karenanya keamanan pangan, sangat penting, pangan yang aman adalah bebas dari cemaran biologi atau mikrobiologi, kimia dan fisik. ungkapnya
Sementara itu, Thomas Agus Pamudji, Managing Director Unilever Food Solution Indonesia menyatakan, Chefmanship Academy merupakan salah layanan yang dipersiapkan oleh Unilever Food Solution untuk membantu para konsumennya mengembangkan bisnis yang lebih sukses dan menata dapur secara lebih efisien, yang mencakup Keamanan pangan atau food safety yang sangat penting bahkan kebutuhannya cukup tinggi, terutama bagi rumah makan sehingga dapat menambah pengetahuan dan kemampuan mereka dalam permasalahan keamanan pangan.
Diungkapkannya menurut WH0 tahun 2007, secara global terjadi 15 miliar gangguan kesehatan karena makan (foodborne disease), 3 juta di antaranya meninggal tiap tahun dengan jumlah yang cenderung meningkat. Dan sekitar 70 persen kasus keracunan pangan itu disebabkan oleh makanan siap santap, makanan yang langsung dimakan setelah diolah.
Untuk itu, unilever food melalui edukasi keamanan pangan mengharapkan tidak terjadi lagi kasus keracunan karena makanan. Dan melalui Kemitraan Unilever food solution selaku sector swasta bersama pemerintah mengadakan chefmanship academy keamanan pangan yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi keamanan pangan yang kompleks dengan cara yang sederhana sehingga mudah untuk dimengerti dan diaplikasikan oleh para penyedia jasa makanan di Indonesia.@hermanto













