Oleh karena itu, jelas dia, kondisi ini perlu disambut oleh sektor perbankan dengan berbagai strategi untuk mendapatkan kucuran dana dari luar negeri. “Mau tidak mau investor luar ini masih dominan di Indonesia, dan mereka sering berinvestasi lebih besar di bursa saham,” terangnya.
Kendati demikian, sektor perbankan perlu mewaspadai tekanan ekonomi global yang diprediksi masih akan terjadi pada tahun ini. Salah satu yang perlu dilakukan yakni mengelola risiko keuangan agar tidak salah mengucurkannya.
“Safety manajemen risiko perbankan sangat penting. Ini untuk menghindari kepercayaan investor,” ungkapnya.
Ditanya soal sektor perbankan yang bisa mendapatkan kepercayaan lebih besar mendapatkan investasi, kata dia, bank pembangunan daerah (BPD). Dia menjelaskan, kondisi BPD saat ini sebagian besar mampu bertahan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global yang tertekan.











