“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, sepuluh tahun bukanlah waktu yang cukup panjang untuk mengurai semua permasalahan bangsa. Saya sangat menyadari bahwa sebagai pribadi yang jauh dari kata sempurna, sebagai insan yang tumbuh dalam segala keterbatasan, dan sebagai manusia yang jauh dari kata istimewa, sangat mungkin ada yang luput dari pandangan saya. Sangat mungkin ada celah dari langkah-langkah yang saya ambil. Sangat mungkin banyak kealpaan dalam diri saya,” ujar Jokowi dalam pidatonya.
Jokowi mewakili Wakil Presiden Maruf Amin juga memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas setiap kekecewaan, harapan yang belum terwujud, dan cita-cita yang belum tercapai. ***













