“Makanan jasmani penting agar kita tetap hidup dan sehat, tetapi makanan rohani menentukan arah hidup kita, bahkan menjadikan kita berkat bagi orang lain,” ujarnya.
Uskup Antonius juga mengangkat kisah Injil tentang mukjizat lima roti dan dua ikan. Ia menekankan bahwa, Yesus memberi teladan kepedulian dengan memberi makan orang banyak, bukan karena diminta, tetapi karena hati yang tergerak oleh belas kasih.
Menurutnya, sikap para murid yang merasa kekurangan sering kali juga dialami manusia masa kini. Karena itu, umat diajak mengubah pola pikir dari mentalitas kekurangan menjadi mentalitas kelimpahan.
“Jangan fokus pada apa yang tidak kita miliki, tetapi pada apa yang kita punya. Lima roti dan dua ikan, jika diserahkan kepada Tuhan, bisa menjadi berkat bagi banyak orang,” katanya.













