Sesi utama workshop diisi oleh Pratomo Bowo Leksono, S.T., yang membawakan materi bertema “Digital Transformation 5.0: Revolusi Workflow Developer di Era Kecerdasan Otonom”. Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara kerja di bidang teknologi informasi, dari yang sebelumnya bergantung pada mesin pencari seperti Google, kini beralih pada pemanfaatan AI yang mampu mempercepat proses kerja.
Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya keterbatasan AI, seperti potensi hallucination (hasil yang tidak sepenuhnya akurat) serta risiko keamanan (security). Selain itu, fenomena fear of missing out (FOMO) turut mendorong banyak individu dari berbagai latar belakang untuk ikut terjun dalam pengembangan teknologi berbasis AI.
“Belajar fundamental di era AI itu seperti belajar navigasi bintang di era GPS. Terasa kuno, sampai suatu saat bateraimu habis di tengah laut dan hanya pengetahuanmu yang bisa membawamu pulang,” ungkapnya.













