Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa, pendidikan tinggi Indonesia tengah menghadapi krisis arah dan kualitas.
Ia menyatakan secara lugas bahwa, dunia kampus Indonesia telah kehilangan momentum untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, daya inovasi, riset dan lainnya, apalagi untuk mengejar ketertinggalan kualitas SDM dengan negara-negara tetangga.
Menurut Prof. Didik, kualitas perguruan tinggi berbanding lurus dengan daya saing ekonomi suatu bangsa. Ia mengkritik praktik ekspansi masif perguruan tinggi negeri yang mengabaikan kualitas.
Ketika rasio dosen dan mahasiswa dilakukan di kampus negeri, ditemukan rasio yang mencapai 1 : 250. Hal tersebut dinilai tidak sehat bagi ekosistem pendidikan tinggi secara keseluruhan.












