Garut, BEDAnews
Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan tahun 2013 dengan paket yang berbeda, bukan menjadi tolak ukur bagi kelulusan siswa di sekolah, demikian dikatakan Ketua UN kecamatan Kadungora, Garut, H. Nandang, SM., MM., kepada BEDAnews.com Senin (14/5).
Sementara terkait kekhawatiran kebocoran dan kecurangan saat UN berlangsung, sebelumnya pihak panitia UN, pengawas UPTD dan pihak sekolah, selalu melakukan pembinaan agar UN yang dilaksanakan khususnya dikecamatan Kadungora Garut, dapat berjalan sesuai peraturan dan jadwal yang sudah ditentukan.
Menurutnya, bila kebocoran dan kecurangan terjadi, ini menunjukkan moral siswa yang dibentuk gagal dan harus diperhatikan untuk ke depan. “Bila kemampuan siswa memang bagus, tidak mungkin mereka akan percaya dengan bocoran jawaban yang beredar,” katanya.
Namunpun demikian, Nandang menyatakan bahwa UN telah sesuai jadwal dan prosedur serta aturan, sehingga pelaksanaan UN yang diikuti 1.863 siswa, dapat berjalan lancar tanpa ada celah-celah kebocoran.
Dijelaskan pula oleh Nandang, bahwa nilai kelulusan siswa, disatukan dengan nilai ujian sekolah dari ulangan semester. Karena itu, UN bukanlah menjadi penentu kelulusan siswa, ungkap Nandang yang berharap tingkat kelulusan di wilayah Kecamatan Kadungora, Garut mencapai 100 persen. (Yanti)











