“Pada 2024, angka stunting tercatat 19,8%, turun dari 21,5% pada 2023. Meski ada penurunan, angka ini masih membutuhkan perhatian serius. UMKM menjadi mitra strategis dalam penyediaan makanan bergizi, aman, dan berbahan lokal,” jelasnya.
UMKM dinilai mampu menyediakan pangan sehat dengan harga terjangkau, sehingga dapat menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah. Lebih jauh, UMKM juga berpotensi menjadi ujung tombak transformasi gizi masyarakat melalui inovasi produk, edukasi, dan distribusi pangan sehat.
Meski demikian, tantangan masih ada. Minimnya pengetahuan sebagian pelaku UMKM tentang gizi dan standar kesehatan pangan menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi melalui pelatihan dan pendampingan.
Dengan dukungan pemerintah, kemitraan strategis, serta digitalisasi usaha, UMKM bukan hanya motor penggerak ekonomi, tetapi juga aktor penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.













