“Muhammadiyah harus terus meninggalkan jejak hidup yang baik bagi kemaslahatan bangsa. Ingatan manusia mungkin terbatas, namun amal jariyah yang diwujudkan dalam bentuk fisik akan terus hadir dan memberikan manfaat melintasi zaman. Insya Allah, UMC dengan ragam torehan prestasi hari ini adalah hasil dari etos kerja,” ucapnya.
Bagi Haedar, etos kerja yang terbangun di Muhammadiyah kini, bahkan digambarkan sebagai sebuah “kecanduan bekerja”. Karakter realistis dan empirik ini lahir dari kekuatan dalam (inner dynamic) yang diibaratkan laksana magma gunung berapi yang terus menghasilkan perubahan.
Spirit ini dijalankan dengan landasan niat yang tulus dan ikhlas demi pengabdian. Sebagai organisasi nirlaba yang bertumpu pada kerelawanan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terus bergerak di jalur dakwah, tajdid dan semangat Al-Ma’un untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih cerah.













