Bandung, BEDAnews
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., membuka secara resmi kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian/Lembaga (RKA-KL) Tahun Anggaran 2016 yang diselenggarakan pada hari Selasa s.d Rabu (20-21/10) bertempat di Aula Utama Al-Jami’ah. Kegiatan tersebut diikuti oleh Para Wakil Dekan II, Para Kabag, Kasubag dan Bendahara setiap Unit dilingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Prof. Dr. H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si., Wakil Rektor II sebagai Ketua Panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Workshop tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk melakukan sinkronisasi rencana program dan anggaran kebutuhan setiap unit yang ada dilingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Wakil Rektor II, berharap agar kegiatan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap penyusunan RKA-KL yang berbasis kebutuhan program skala prioritas yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang seragam, benar dan tepat sasaran.
“UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama atas penyerapan anggaran yang tinggi dan cepat, dengan demikian mudah-mudahan untuk penyerapan dan penggunaan anggaran tahun 2016 mendatang UIN SGD Bandung menjadi yang terbaik”, ungkap Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. Dalam sambutannya, Rektor berharap agar penyusunan RKA-KL Tahun 2016, dilakukan perencanaan yang baik sehingga dikemudian hari program-program kerja tidak terhambat oleh revisi-revisi anggaran. Menurut Rektor, Perencanaan dan penyusunan RKA-KL tersebut harus dimulai dari menyusun program yang dilandasi oleh aturan-aturan yang berlaku, sehingga regulasi menjadi rujukan yang sangat penting. Program harus sinkron dengan Rencana Strategis (Renstra), Visi, Missi dan Tujuan UIN Sunan Gunung Djati untuk memajukan lembaga yang unggul dan kompetitif. Selanjutnya, pelaksana harus mengerjakan program-program tersebut dengan nyaman, tidak ada arogansi dari pihak-pihak tertentu, dengan tidak dipersulit, sehingga program berjalan efektif, efisien dan tepat sasaran. “Dan yang terakhir, saat pemeriksaan audit harus aman, selamat dari hisab dunia dan akhirat, karena tentunya kita ingin selamat fiddunya wal akhirat”, tandasnya.
Sejumlah narasumber akan dihadirkan untuk memberikan materi-materi yang relavan dengan kegiatan tersebut, diantaranya Pembicara dari Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Direktorat Sistem Penganggaran Kementerian Keuangan, Bagian Perencanaan Pendis Kementerian Agama dan Kepala Biro AUPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung. [harry gibrant/zq]












