Bandung, BEDAnews
Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, bakal menjadi perguruan tinggi termegah dan terluas di Kota Bandung. Hal tersebut seiring dengan dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan 11 gedung oleh Dirjen Kementerian Agama RI, H. Bahrul Hayat, Ph.D, Kamis, (6/9) di Kampus UIN SGD Jalan AH. Nasution, Bandung.
Dalam sambutannya Bahrul mengatakan, perubahan status perguruan tinggi Islam dari institute ke Universitas harus punya nilai dan bermutu bagi kehidupan yaitu UIN harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan ilmu-ilmu keislaman, menjadi perisai dari ilmu-ilmu keislaman, menjadi cahaya sekaligus membawa pesan-pesan keislaman, dan harus menjadi pusat peradaban Islam.
“Keberadaaan perguruan tinggi Islam, pesan moral bagi kehidupan senantiasa menjadi penerang dan petunjuk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,“ ungkap Bahrul.
Lebih jauh Bahrul mengatakan, perubahan status tersebut tidak terlepas dari 4 transformasi, yaitu Misi baru yang jelas, Infrastruktur yang memadai, Sumber Daya Manusia (SDM) tentang tenaga pengajar, administrasi dan mahasiswa yang handal, dan transformasi akademik. "Ruh akademik ini harus menjadi puncak dari perubahan status STAIN ke IAIN, IAIN ke UIN," katanya.
Semetara itu rector UIN Bandung, Prof. Dr. Deddy Ismatulloh, tetap menekankan para lulusan harus unggul dan kompetitif di berbagai bidang. ”Jebolan UIN harus mengusai IT dan hapal Alquran minimal 3 zuz,” ujarnya.
Direktur PMU IDB, Fisher, mengatakan, kampus UIN Bandung memiliki lahan seluas 50 Hektar, bisa dikatakan termasuk kampus terluas di kota Bandung. Menurutnya, akan dibangun 11 gedung baru, setinggi 4 lantai bagi fakultas saintek, fakultas ilmu sosial dan politik, fakultas psikologi, laboratorium komputer, asrama mahasiswa, pusat studi, perpustakaan dan gedung lainnya. “Pembangunan gedung itu, dibiayai IDB dengan waktu 1 tahun harus selesai,“ ujar Fisher. (Hargribs)












