Bandung BEDAnews
Sedikitnya 74 orang lolos dalam seleksi administrasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jabar, dan sudah mengikuti tes tertulis yang di gelar Bawaslu Jabar yang bekerja sama dengan Fisip UIN Bandung.
Menurut Ketua Panitia Prof. Ali Abdurrohman, para calon anggota Bawaslu itu harus mengikuti beberapa tahapan seleksi agar lolos untuk menjadi anggota Bawaslu Jabar periode 2013-2018.
“Seleksi sangat obyektif dan akan terus dilaksanakan sesuai tahapan, dari 74 calon anggota, di jaring menjadi 12 orang, kemudian dari 12 manjadi 6 orang, dan dari 6 orang juga akan di jaring lagi menjadi 3 orang yang terbaik. Untuk seleksi tertulis, hanya satu orang yang tidak mengikuti tes seleksi," kata Prof. Ali kepada wartawan usai menggelar uji tertulis di Ruang Rektorat UIN SGD, Senin (15/4).
Dikatakan Ali, animo masyarakat untuk mendaftar jadi anggota Bawaslu sangat tinggi. Untuk tahun ini, ada 112 orang yang mendaftar yang terdiri dari kalangan akademisi, LSM, wartawan dan masyarakat umum. "Banyak yang gugur di tengah jalan karena tidak memenuhi persyaratan layak sesuai dengan UU No 15 tahun 2011 salah satu diantaranya adalah faktor usia," ujar Ali.
Ali berharap seleksi akan meloloskan anggota Bawaslu yang punya kualitas, integritas, kapabelitas, akuntabel dan aksebilitas. "Nanti 3 orang yang terjaring lulus seleksi, diharapkan bisa menjalankan visi misi untuk mengawal proses demokrasi jujur dan adil," ucapnya.
Sementara itu Dekan Fisip UIN Bandung, Dr. Sahya Anggara, M.Si., mengatakan dengan terlaksananya seleksi anggota Bawaslu Jabar, merupakan wujud nyata kerjasama dengan Fisip UIN SGD dalam kiprahnya ikut terlibat membangun proses demokrasi yang jurdil.
"Kegiatan ini sangat cocok dengan program fakultas. Sebagai lembaga independen kami akan terus memberi sumbangsih dalam membangun tatanan demokrasi yang sehat dan dinamis," ucapnya seraya menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah bekerjasa sama dengan KPU dan lembaga lainnya. (Hargib)











