“Buku yang kita susun ini akan dipersembahkan untuk negeri Jiran. Bermula dari Brunei Darussalam yang meminta kepada Indonesia. Kemudian mengajak perkumpulan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS). Draf buku ini nantinya akan dicetak Brunei, tentu saja, setelah dialihbahasakan ke Bahasa Melayu,” ujar Muchlis saat menghadiri kegiatan tersebut, seperti dilansir dilajnah.kemenag.go.id.
Muchlis berharap, isi kandungan buku harus lebih menonjolkan aspek hida’i atau nilai-nilai hikmah praktis yang bisa dijadikan pelajaran oleh pembaca ketimbang aspek akademis.
Dipaparkan Muchlis tahun 2024 Indonesia akan menjadi tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan membahas persoalan krisis air di dunia. Terkait dengan ini, pada bab 5 tentang krisis air menjadi ruh buku ini, karena itu harus diperkaya dengan aspek teoretis dan praktis.













