Prof. Lilis Sulastri menegaskan bahwa penelitianĀ diharapkan tidak berhenti pada publikasi akademik semata, melainkan menjadi pijakan lahirnya kebijakan publik yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal Nusantara. “Masyarakat adat telah membuktikan bahwa keberlanjutan pangan dapat diwujudkan melalui harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Tugas dunia akademik adalah mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi model kebijakan yang dapat memperkuat ketahanan pangan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.”
Melalui penelitian ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan riset transformatif dan berbasis solusi, sekaligus memperkuat kontribusi akademisi dalam merumuskan arah pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar pada kearifan lokal Indonesia.













