Faqih menyebut, UGJ terus mendorong penguatan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan era digital. Hal itu tercermin dari tingkat daya serap lulusan UGJ yang disebut mencapai 97,8 persen.
“Para lulusan diharapkan terus berkembang, berinovasi, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun global,” katanya.
Memasuki tahun 2026, UGJ juga memperkuat kiprah internasional melalui berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi dan institusi luar negeri. Program tersebut meliputi student exchange, visiting professor, hingga magang global bagi mahasiswa.
Saat ini, sejumlah mahasiswa UGJ diketahui mengikuti program magang di Jepang dan sebanyak 30 mahasiswa menjalani program serupa di Taiwan. Selain itu, mahasiswa UGJ juga aktif mengikuti program kuliah kerja nyata di sejumlah negara Asia sebagai bentuk penguatan kapasitas kepemimpinan dan pengabdian masyarakat berskala global.













