Bandung, BEDAnews – Sebagai pengelola pendidikan tinggi, komitmen Ubhara Jaya tercermin dari berbagai langkah nyata yang dilakukan terkait pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Bhayangkara Jaya Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs Bambang Karsono, S.H., M.M. pada acara kuliah umum yang diselenggarakan di Auditorium Ubhara Jaya Graha Tanoto, Kampus 2 Bekasi, Selasa (27/6).
Acara ini terselenggara berkat kerjasama beberapa pihak diantaranya DPP Granat dan BNN.
Dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dengan Pendekatan Berbasis Kekinian” diharap agar generasi muda bisa meminimalkan penyalahgunaan Narkotika.
Kuliah umum mengenai pencegahan narkotika ini akan dilakukan ke berbagai kampus, diawali dari Universitas Bhayangkara Jakarta sebagai pilot project.
Bambang menjelaskan sudah 7 tahun ini, pihaknya menerapkan tes urine setiap mahasiswa yang akan mendaftar di Ubhara Jaya, hal itu untuk memastikan diri bebas narkoba.
“Tidak hanya bagi mahasiswa, setiap pegawai yang akan bekerja disini pun, diterapkan hal yang sama,” jelas Bambang Karsono.
Berbagai pencapaian yang diraih, terkait upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika yakni dimasa pandemi pada tahun 2020 lalu, Ubhara Jaya mencatatkan Rekor MURI Deklarasi Anti Narkoba yang melibatkan 5.923 mahasiswa.
Selain itu Ubhara Jaya juga memiliki Satuan Tugas (Satgas) berupa Unit Khusus Gerakan Anti Narkoba (Granat) yang anggotanya terdiri dari mahasiwa yang melakukan berbagai kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus.
‘Kami bertanggungjawab terhadap masa depan anak-anak dan dunia pendidikan di Indonesia agar tidak terjadi loss generation atau generasi yang hilang akibat penyalahgunaan narkotika,” tambah Bambang Karsono.
Anggota Dewan Pertimbangan Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol (Purn) Drs. Togar M Sianipar, M.Si mengatakan saat ini penyalahgunaan narkotika di kalangan usia produktif sangat memprihatinkan, setiap harinya ada lebih dari 30 orang meninggal dunia karena narkoba.
Agar Indonesia tidak terancam kehilangan satu generasi, maka upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak bisa berjalan terpisah.
“Kita tidak bisa bekerja secara parsial, harus ada komitmen bersama yang melibatkan semua pihak, misalnya antara BNN dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dari sisi dunia pendidikan. Kita tentu tidak ingin kehilangan satu generasi dalam membangun bangsa. Mau dibawa kemana pembangunan bangsa ini jika kita kehilangan satu generasi,” papar Togar M. Sianipar.
Sementara itu Ketua Umum DPP Granat Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H dalam sesi kuliah umum ini mengatakan, generasi muda saat ini harus diselamatkan melalui upaya pencegahan yang diharapkan akan lebih jauh efektif berdampak dari upaya penindakan.
“Jika kita berhasil melindungi diri, mau dibujuk atau dikasih gratis juga tidak akan terjadi penyalahgunaan narkotika,” jelas Henry.
Kuliah Umum dirangkai dengan peluncuran Program Granat Goes to Campus dan situs kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa Granat yang ada di Ubhara Jaya. Ubhara Jaya menjadi kampus pertama dari program yang direncanakan akan berjalan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia.













