Potensi melunturkan nilai wawasan kebangsaan bisa dipengaruhi kebijakan nasional atau lokal yang tidak adil yang menimbulkan potensi perpecahan. Kemudian, hilangnya rasa bangga sebagai warga negara Indonesia. “Selain juga kaburnya batas-batas kedaulatan bangsa karena globalisasi,” ungkapnya.
Untuk itu, menurut Sugito, menjadi tugas bersama menanamkan kembali nasionalisme dalam suatu faham kebangsaan dalam wasbang. Selain membangun SDM yang bersaing dalam kerangka bangsa yang satu Indonesia. “Dan yang terpenting, Bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri, semangat kebangsaan, nasionalisme berasaskan Pancasila dan UUD 1945,” tandasnya.
Selain Sugito, S.Sos, M.M, Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Trenggalek. Turut hadir, Mirna Anastasya, S.E (Kasi Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Trenggalek), Misroni (Staf Bakesbangpol Trenggalek), Zainul Mustakim (Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Trenggalek) beserta 2 orang Staf.









