Eko Wiwid Arengga dari Perkumpulan RIMBA (Relawan Indonesia Pembela Alam) memandu jalannya ritual. Selesai ritual, beberapa peserta turun dan mencuci muka dengan air curug. Seorang juru ritual menjelaskan, area curug Cikamasan sangat bagus untuk ritual, maupun wisata. “Periode Juni sampai September, ribuan jenis kupu-kupu kumpul di area curug,” katanya.
*Prasasti-Pohon*
Usai ritual ngalokat cai, rombongan kembali ke tempat acara dan singgah di satu persimpangan. Tampak sebuah bangunan prasasti berupa pisau komando (khas Kopassus) dan papan prasasti.
Letjen Hasan menandatangani prasasti “Doni Monardo Jenderal Pohon Indonesia”. Selanjutnya, prasasti akan ditempel di bangunan prasasti tadi, untuk mengenang jasa Doni Monardo.
Kegiatan dilanjutkan dengan menanam pohon di area Pinus Ecopark, dan dipungkasi makan siang bersama.












