Tangsel, BEDAnews.com
Keluarga almarhum Rahman Surahman (52) meminta Polsek Pamulang mengusut tuntas pembunuhan yang dilakukan YN alias James (35) di Kompleks Perumahan Cendana Pamulang, Tangerang Selatan. Salah satu keluarga korban, Toni Sastra meminta aparat kepolisian yang menangani kasus ini, bekerja dengan baik. Bukan menutup-nutupi atau menyembunyikan penanganan perkara tersebut. "Jadi harus dilakukan dengan serius tanpa ada tekanan dari pihak manapun," kata Toni kepada Wartawa Minggu (7/6/2015).
Ditambahkan Toni, keluarga korban juga minta supaya pelaku dihukum seberat-beratnya, yakni sesuai perbuatannya karena telah menghilangkan nyawa orang. Terlebih pembunuhan yang dilakukan oleh anggota Satpol PP terbilang sadis. "Menurut kami perbuatan pelaku ini tidak berkemanusian," tegas Toni yang juga Ketua DPD KAI Banten ini.
Dijelaskannya, korban adalah tulang punggung keluarga. "Kami akan terus memantau perkembangan dari tingkat penyidikan sampai ke pengadilan," jelas dia.
Diketahui, Rahman ditusuk pakai senjata tajam usai karaoke di kawwasan tempat hiburan perempatan Muncul, Serpong, Kota Tangerang Selatan pada Senin (11/5/2015) dini hari. Lalu, tersangka YN alias James ditangkap di kawasan Jalan Raya Parung, Bogor, pada Kamis (14/5/2015). [Bambang]












