Banyumas, BEDAnews.com
Sambutan adat mewarnai penerimaan Tim Lomba Kwarcab Tergiat Tingkat Kwarda 11 Jawa Tengah di Kwarcab Banyumas, Minggu (31/5) di Pintu Masuk Sanggar Bakti Pramuka (SBP) Purwokerto Jl. Suharso No. 58 Purwokerto.
Diperoleh keterangan, anggota Tim yang berjumlah 6 orang dipimpin Ketua Tim Kak Toro Mardhy Saputro didampingi anggota yaitu Kak Djumadi Sudarmo, Kak Eko Agustini Pramukawati, Kak Aditya Wicaksono, Kak Meta dan Kak Sugiono harus berhenti didepan pintu gerbang mendapat sambutan adat dari Pramuka Penegak dan Pandega Kwarcab Banyumas.
Penyambutan pertama oleh Komandan Ubaloka yang melaporkan kondisi di lingkungan SBP Kwarcab, kemudian masih dalam ketertegunan satu persatu tim membasuh tangan dengan air bunga 7 macam, baru memasuki SBP dibawah terowongan tongkat pora yang dibawakan oleh Pasukan Tunas Muda.
“Didalam rangkaian kegiatan ini, tembang macapat dan iringan calung mewarnai prosesi penjemputan tim untuk memasuki sanggar dimana penilaian aktifitas kwarcab selama kurun waktu tahun 2014 dilaksanakan,” ujar Parsito personel Humas Pemkab Banyumas.
Menurut Ketua Kwarcab Banyumas Kak Ir Didi Rudwianto, SH, Msi tradisi adat ini, dilaksanakan selain untuk membuat tradisi juga sebagai inovasi sekaligus memberi kesempatan kepada pramuka penegak dan pandega ikut berpartisipasi dalam penilaian. “Sebenarnya ini, direncanakan hanya dua hari sebelum lomba, waktu rapat evaluasi penyiapan penyambutan, perwakilan dari DKC mempunyai ide untuk penjemputan maka inilah hasilnya,” katanya.
Lebih lanjut Didi mengatakan, pada penilaian kali ini, Kwarcab Banyumas akan mempertahakan prestasi tergiat untuk yang ke 28 kalinya sejak Tahun 1988. Prestasi tahun lalu Tergiat I Bidang Organisasi dan Hukum, Tergiat I Bidang Binamuda, Tergiat II Bidang Binawasa serta Tergiat II Bidang Humas dan Pengabdian Masyarakat serta Tegiat III Bidang Keuangan, usaha dan Sarana Prasarana. “Sebelumnya kelima bidang yang dilombakan, kita mendapatkan penghargaan, pada penilaian kali ini dengan kerja keras semua komponen Pramuka Banyumas kita mencoba untuk mempertahankan,” lanjutnya. (Widoyo/Agles)












