“Kami kerahkan tiga unit mobil pemadam. Karena laporan cepat dan jalur akses lancar, api bisa kami kendalikan sebelum menyebar lebih luas,” jelas salah satu petugas Damkar.
Meski tak ada korban jiwa, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Hampir seluruh bagian dapur dan isi rumah hangus terbakar. Namun satu hal yang menyelamatkan lingkungan sekitar yakni kecepatan, keberanian dan kolaborasi aparat di lapangan.
Serda Lutfi menegaskan, pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya api, terutama saat menggunakan tungku tradisional. “Jangan pernah remehkan bara api sekecil apa pun. Pastikan benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur. Dan yang tak kalah penting, jauhkan bahan mudah terbakar dari tungku,” imbaunya tegas.
Kebakaran ini menjadi pengingat keras bagi semua warga. Betapa satu kelalaian kecil bisa berubah menjadi petaka besar.












